Siapakah Makhluk Sebelum Adam?
BAGI UMAT ISLAM KITA HARUS PUNYA
KEYAKINAN INI HANYA PENDAPAT YG DI AMBIL DARI AHLI TAFSIR:
BAHWA BANGSA ATLANTIS ATAU PUN
DINASTI RAMA BUKANLAH DARI RAS MANUSIA KETURUNAN ADAM
DIALAH YG DI NAMAKAN 3 UMAT
TERDAHULU SEBELUM NABI ADAM YAITU:
a)
BANUL JAN
b)
BANUL BAN
c)
DAN IJAJIL
DARI GOLONGAN JIN YG TERAKHIR
MALAH BERBADAN DAN BERDARAH
DARI GOLONGAN 3 UMAT TERDAHULU
ITULAH BUMI INI PERNAH MENGALAMI 3X KIAMAT
mungkin dalam hati Kalian pernah
terbesit pertanyaan Siapakah Makhluk Sebelum Adam?
Kalau menurut kepercayaan Ane
(Muslim) merujuk :
“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu
berfirman kepada Malaikat; “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah
di bumi”. Mereka bertanya (tentang hikmat ketetapan Tuhan itu dengan berkata):
“Adakah Engkau (Ya Tuhan kami) hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan
membuat bencana dan menumpahkan darah (berbunuh-bunuhan), padahal Kami
senantiasa bertasbih dengan memujiMu dan mensucikanMu?”. Tuhan berfirman:
“Sesungguhnya Aku mengetahui akan apa yang kamu tidak mengetahuinya”
Sebelum nabi adam turun ke bumi
diceritakan bahwa yang menempati bumi ini adalah bangsa jin yang dikelompokan
menjadi abal jan dan banul jan dan dari 2 kelompok tersebut bertempur terus
tidak pernah bersahabat, kemudian malaikat menanyakan kepada Allah apa akan
membuat orang untuk menjadikan kholifah dibumi yang selalu yasfiquddima
(pertumpahan darah), akhirnya Allah memerintah yang bernama ‘azajil yang
memimpin para malaikat jibril mikail izroil dan malaikat yang lainnya, untuk
menaklukan abal jan dan janul jan dibumi ini, kemudian setelah ditaklukan
akhirnya Allah menciptakan nabi Adam, diantara ‘azajil, malaikat dan adam
diberikan ilmu oleh Allah karena tujuannya untuk menjadikan kholifah dibumi,
setelah diuji ternyata yang lulus dari ujian tersebut adalah nabi Adam akhirnya
semuanya diperintah Allah untuk sujud penghormatan kepada Adam “fasajaduu illa
Iblis”,
akhirnya semuanya sujud kecuali
‘azajil (bangsa Iblis) mereka sombong dan membangkang “aba wastakbaro”.
manusia tidak diciptakan dibumi,
tapi manusia dijadikan khalifah di bumi, sebagai pengganti tentunya ada yang di
ganti, alias Adam bukan makhluk pertama dibumi, dan Allah tidak mengatakan
untuk mengganti manusia sebelumnya, tapi pengganti makhluk di bumi, yaitu abal
jan dan banul jan, mereka itu adalah penghuni bumi sebelum manusia.
Bentuk basyariahnya tak jauh
berbeda dengan manusia, maka anda bisa buktikan bahwa makhluk selain manusia,
punya badan yang sama seperti manusia, yaitu banul jan, anak turun Jin, juga
banul ban anak turun dedemit, maka ketika bumi rusak oleh mereka, mereka diusir
bahkan dibasmi oleh malaikat, hingga mereka berlari terbirit-birit dan mencari
tempat yang jauh dari anak Adam.
Kalau dari segi Archeology :
Berdasarkan fosil-fosil yang
ditemukan, memang ada makhluk lain sebelum manusia. Mereka seperti manusia,
tetapi mempunyai karakteristik yang lebih primitif. Otak mereka lebih kecil.
Oleh karena itu, kemampuan mereka berbicara sangat terbatas karena tidak banyak
suara vowel yang mampu mereka bunyikan. Kelompok ini dinamakan Neanderthal.
Kemudian datanglah manusia Adam
yang diklasifikasikan sebagai Homo Sapiens. Menurut Wikipedia, Homosapiens
mulai ada sekitar 200 ribu tahun lalu. Sedangkan Neonderthal ada sehingga 130
ribu tahun dulu, kemudian ia lenyap. Ada juga teori yang mengatakan Neonderthal
lenyap sebelum Homosapiens muncul. Tapi yang pasti, Homosapiens bukanlah
evolusi dari Neanderthal. Neanderthal hanyalah makhluk seakan manusia yang
telah ada sebelum kita (manusia Homo sapiens) ada.
Mungkin tidak ada fakta konkrit
dalam membicarakan isu ini. Kebanyakan teori berdasarkan sumber fosil. Namun
yang paling penting mungkin sebagai bagi yang Muslim kita percaya ada makhluk
sebelum Adam yang saling membunuh. Ada yang mengatakan mereka adalah dari kaum
jin. Ada juga yang mengatakan bahwa ada 3 umat yang utama sebelum Adam. Dua
diantaranya dari kaum jin. Sedangkan kaum yang ketiga adalah dari golongan yang
berbeda dari Jin, karena mereka ini berdarah dan berdaging. Golongan ketiga ini
adalah mereka yang dimaksudkan sebagai “man yufsidu feehaa wa yasfiku
al-dimaa’: golongan yang membuat kerusakan dan menumpahkan darah” seperti yang
diulas oleh Malaikat di dalam ayat al-Quran 2: 30. Ini pendapat yang
dilontarkan oleh Al-Maqdisi.
MASA LAMPAU SEBELUM PERADABAN
MANUSIA…
DAHULU kala, ketika jaman Bani
Adam belum ada, sedangkan bumi yang baru di huni oleh Penghuni Pertama yang di
ciptakan dari cahayaNya. Tuhan telah membuat makhluk baru yang berada di
sisiNya, yang bernama Abu Jaan atau bapak seluruh jin. Abu Jaan adalah awal
mula dari Banul Jaan atau anak jin baik yang lalu sampai akhir zaman. Banul
Jaan adalah Penghuni Kedua sebelum Bangsa Manusia lahir ke bumi. Iblis ketika
itu belum lahir ke bumi, kelahiran Iblis generasi ke empat kenabian dari bangsa
jin.
Tuhan bertitah kepada Abu Jaan
ini. “Dengan apa kamu meminta kepadaku, wahai Abu Jaan.”
“Dengan kasih sayang Engkau
terhadap hamba ya Tuhan, maka diri Hamba pun akan berkasih sayang dengan
keturunan hamba.” Kata Abu Jaan.
“Apa yang kamu minta dariKu,
wahai Abu Jaan. Apakah kamu tahu bahwasanya kamu baru saja Aku ciptakan dari
sejenis api. Tubuhmu dari inti api dan ruhmu dari cahaya karena setiap roh yang
bernyawa aku ciptakan dari cahaya dari sisiKu.”
”Terima kasih oh Tuhanku yang
selalu hamba Agungkan. Hamba meminta tubuh hamba tidak bisa di lihat oleh
seluruh makhluk, kecuali yang Engkau kehendaki saja yang bisa melihat hamba dan
keturunan hamba.” Kata Abu Jaan.
“Akan ku kabulkan permintaanmu,
selain itu apa lagi wahai Abu Jaan.”
“Apakah hamba akan hidup di surga
yang hamba tempati saat ini wahai Tuhanku.”
“Kamu bisa menempati surga ini,
begitu juga untuk dirimu saja bisa terbang sesuka hatimu dan tinggal sesuka
hatimu sampai aku perintahkan dirimu turun ke Bumi. Dan ketika itu keturunanmu
tidak akan sanggup mendatangi tempat ‘Surga Pengangkatan Makhluk’ hanya dirimu
saat ini yang kuat. Setelah kamu menyentuh tanah di bumi, maka kamu menjadi
makhluk bumi dan kamupun akan membuat keturunan dan mati di bumi. Namun, hanya
kamu seorang yang bisa terbang di langit dunia ketika tinggal dibumi.” Langit
dunia adalah Tata Surya seluruh pelosok jagad raya ini. Singgasana Tuhan berada
di luar Tata Surya yang berada di tempat kosong, tidak ada benda apapun. Itulah
di sebut sebagai ArsyNya Tuhan, karena tempatnya sangat tinggi tidak ada
makhluk yang bisa kesana kecuali yang di kehendaki oleh Tuhan sendiri. Karena
Tuhan Maha Berkehendak, bahkan Iblispun tidak akan sanggup.
“Bolehkah hamba meminta sesuatu
ya Tuhanku.”
“Apa itu perminataanmu wahai Abu
Jaan”
“Jika hamba Engkau angkat sebagai
pemimpin seluruh makhluk di bumi pada masa hamba, maka hamba meminta salah satu
keturunan hamba nantinya yang bernama Iblis agar Tuhan berkenan dia tinggal di
‘Surga Pengangkatan Makhluk’. Wahai Tuhanku, jadikanlah dirinya menggantikan
hamba dan berikanlah kecerdasannya seperti yang hamba punya saat ini.”
“Baiklah jika nanti Iblis lahir
di Bumi, maka akan Aku angkat dia disisiKu dan akan aku beri hikmah dari ilmuKu
sehingga diapun pandai. Kekuatannya seperti Penghuni Pertama dan kecerdasannya
melebihi makhlukKu yang nanti aku ciptakan.”
Maka Abu Jaan turun dengan
kekasihnya, menghasilkan keturunan yang sangat banyak. Sambil beribadah kepada
Tuhan, beliau juga menjadi guru bagi anak keturunannya sampai beliau wafat.
Setelah keturunan bertambah banyak, generasi inilah yaitu generasi Banul Jaan
yang kuat-kuat dan cerdas-cerdas. Ilmunya sangat hebat, karena jaman dari Abu
Jaan sampai Banul Jaan yang kuat belum ada pembinasaan dari Tuhan. Jadi ilmu
mereka bertambah terus sesuai bertambahnya umur mereka. Ketika generasinya
Iblis lahir di bumi, para Banul Jaan berkoloni menjadi beberapa bagian. Maka
terciptalah delapan kerajaan di bumi dan satu kerajaan di surga, total kerajaan
itu adalah delapan kerajaan yang sangat besar dan megah di bumi. Sedangkan
Iblis belum mempunyai kerajaan, walaupun dia di sebut seorang raja karena dia
mendiami ‘Surga Pengangkatan Makhluk’.
Zaman dahulu kala ketika jaman
pertengahan Banul Jaan, Bumi masih kering dan tandus. Zaman ini sendiri ketika
Bumi belum terbentuk seperti sekarang, seperti air laut yang melimpah dan
oksigen yang banyak. Air tawarpun masih sedikit, namun air di laut melimpah
tapi tidak semelimpah seperti sekarang yang sangat-sangat melimpah. Bahkan saat
ini lautnya lebih luas di bandingkan dengan tanahnya sendiri. Dahulu oksigen
sangat tipis karena Banul Jaan adalah makhluk yang menghirup oksigen sangat
sedikit. Walau bagaimanapun jika api ingin menyala tetap saja membutuhkan udara
walaupun itu sangat sedikit sekalipun. Begitulah kehidupan Banul Jaan yang
membutuhkan sedikit oksigen untuk bernafas. Berbeda dengan manusia yang boros
sekali dengan udara dan air.
Setelah kerajaan terbentuk
menjadi delapan kerajaan, yaitu kerajaan kakak-kakaknya Iblis. Karena Iblis
sendiri diangkat ke surga seperti permintaan Bapaknya iblis. Kerajaan ini di
bagi menjadi delapan wilayah di muka Bumi yaitu Kerajaan bagian selatan,
kerajaan bagian utara, kerajaan bagian timur, kerajaan bagian barat, kerajaan
bagian bawah atau dasar Bumi karena mereka bisa menembus ke tanah bahkan
bermandikan dengan magmapun tidak apa-apa karena tubuhnya lebih panas di
bandingkan dengan magma Bumi. Kerajaan bagian atas atau langit Bumi yaitu yang
tinggal di sekitar atmosfer bagian atas Bumi. Kerajaan bagian darat atau di
atas tanah dan kerajaan di air seperti dilaut, danau dan aliran sungai. Dan
yang ke sembilan kerajaan Iblis yaitu berada di sisi Tuhan tepatnya ‘Surga
Pengangkatan Makhluk’, Kerajaan Iblis di luar alam semesta dunia.
Namun sungguh ironi, kerajaan
Banul Jaan di muka Bumi sungguh disayangkan. Mereka sangat suka perang dan
saling membantai dengan yang lainnya. Tidak hanya itu, mereka juga suka
membantai makhluk lain di Bumi. Kerajaan satu dengan kerajaan yang lainnya
saling menyerang, mereka berkeinginan menguasai kerajaan yang lain. Beribu-ribu
tahun kerajaan ini melakukan peperangan dan penindasan dengan kerajaan lain.
Ketika terjadi peperangan dari delapan kerajaan ini, Iblis yang keturunanya
paling dimuliakan dari mereka lahir ke dunia dan seketika itu juga Iblis
diangkat ke surgaNya Tuhan. Iblis hidup di surga dengan para Penghuni Pertama,
karena Penghuni Pertama telah di ciptakan dari cahaya. Penghuni Pertama juga
menempati dari Bumi sampai langit paling atas. Kehidupan mereka mengabdi kepada
Tuhannya, salah satunya adalah mengangkat Arsynya agar menggantung. Inilah yang
akan ditiru oleh Iblis dengan istana yang menggantung di atas permukaan Bumi
yang salah satunya berada di Segitiga Bermuda.
Iblis sangat cerdas dan pandai, dia
mempunyai kehebatan yang luar biasa tiada tandingannya tentunya selain Tuhan
sendiri. Bahkan Penghuni Pertama pun merasa takjub dengan kehebatan yang di
miliki Iblis. Suatu ketika mereka, dua golongan yaitu iblis dengan Golongan
Pertama mengadakan paling lama ibadahnya kepada Tuhan. Misalnya Jika Golongan
Pertama kuat puasa satu hari tanpa makan, maka iblis kuat dalam tujuh hari
tanpa makan. Bayangkan ibadah Iblis kepada Tuhannya sungguh alim luar biasa.
Karena alimnya dia, maka ilmu-ilmu kegaiban maupun ilmu materi di kuasai Iblis
sangat cepat.
Iblis bersumpah di dalam darahnya
dan jiwanya, bahwasanya dia akan bersumpah menjadi penghulu bagi seluruh
makhluk di alam semesta ini. Dia terus berusaha mencari ilmu-ilmu baru dan
mencoba ilmu itu sampai mana keberhasilan dalam mencapi ilmu tersebut. Ilmu
Iblis yang paling di sukai dari sekian dari ilmunya adalah ilmu untuk
mengetahui masa depan dari alam semesta ini. Bahkan diapun tahu dengan ilmu ini
jika nantinya bakalan ada penghulu baru menggantikan bangsanya. Diam-diam dia
mempelajari dan mengumpulkan informasi siapa dia sebenarnya dan kehebatan apa
yang dimilikinya maupun kelemahan dia itu apa saja. Memang Iblis adalah makhluk
yang pandai bahkan dia bisa memprediksi apa yang akan terjadi di Bumi bagi kerajaan
kakak-kakanya di bawah sana.
Kerajaan-kerajaan Banul Jaan
kebanyakan hancur bahkan akan menjadi neraka bagi bangsa jin yang tidak tahu
apa-apa. Mereka adalah bangsa yang bergolong lemah dan menjadi budak dari
bangsa jin yang lebih kuat. Kehancuran mereka adalah peperangan dan penindasan
yang tidak akan pernah berakhir. Kezaliman mereka di luar batas, bahkan mereka
tidak mengakui jika ada Tuhan yang menciptakan mereka. Sungguh durhaka mereka
kepada Tuhannya yang telah mengasihi mereka selama ini yaitu tidak adanya
kebinasaan bagi mereka. Tuhan telah marah, bumi bergoyang hebat di sebabkan
akan hancurnya bumi itu oleh siksaan para Banul Jaan yang telah mengotori bumi
dari kedurhakaan. Maka Tuhan mengutus Penghuni Pertama untuk menghukum mereka
dan membantai mereka.
Delapan kerajaan ini telah di
serang dan diporak-porandakan oleh Penghuni Pertama. Seluruh pengikut Delapan
Kerajaan ini melarikan diri bahkan ada yang melawan Penghuni Pertama. Namun,
bukan tandingannya untuk melawan Penghuni Pertama, mereka telah di kalahkan.
Banyak yang mati di antara mereka, tubuh mereka yang mati di buang ke tengah
laut bahkan ada yang di buang ke pulau-pulau kecil. Sedangkan Banul Jaan yang
pintar yang telah melarikan diri bersembunyi di pulau-pulau yang kecil beriklim
tropis. Seperti untuk saat ini bersembunyi di wilayah Indonesia karena
negaranya berpulau. Untunglah yang bersembunyi ini selamat walaupun tidak
mempunyai kerajaan lagi, karena kerajaan mereka hancur luluh. Sedangkan Bangsa
Jin yang lemah, mereka di beri kebebasan untuk hidup. Mereka hidup damai dan
tenang dengan terlepasnya bangsa Banul Jaan yang lebih kuat dan sombong.
Walaupun mereka di bantai, akan tetapi dari sebagian golongan yang masih kuat
dan sombong bersembunyi dari incaran para Penghuni Pertama. Mereka selalu
berpatroli mengitari Bumi untuk mengetahui keberadaan para Banul Jaan yang
durhaka untuk melawan kepada Tuhan. Banul jaan yang pintar pandai sekali
berkamuflase sesuai dengan kepandaian mereka yang mengubah bentuk apappun itu.
Kebanyakan mereka berubah bentuk menyerupai hewan di masa itu dan juga
menyerupai tumbuh-tumbuhan yang rimbun.
Pada waktu Banul Jaan yang
durhaka di hukum oleh Tuhan Semesta Alam, Iblis ketika itu melihat mereka dari
singgasananya yaitu di luar alam semesta. Dia melihat bangsanya yang telah di
bantai. Iblis tampak sedih karena walau bagaimanapun, mereka yang menguasai
Delapan Kerajaan adalah kakak-kakak Iblis yang sangat pintar dan kuat. Maka
sejak saat itu, Iblis bersumpah jika nanti ada bangsa lain yang lebih rendah kemampuan
dari dirinya, maka dia tidak akan mengakui sebagai Penghulunya. Karena saat ini
Iblis mengakui dirinya sendiri sebagai Penghulu atau Pemimpin bagi seluruh
makluk Tuhan.
DINASTI kerajaan para Banul Jaan
telah hancur dan musnah. Mereka terpecah belah menjadi beberapa golongan dan
tidak mempunyai pemimpin yang kuat. Mereka menjadi kelompok kerajaan yang
kecil-kecil, wilayahnya pun menjadi sempit seperti kelompok suku. Banul jaan
yang pintar dan pandai telah musnah, karena kepintaran dan kepandaian bagi mereka
di tentukan dengan umur. Barang siapa yang umurnya paling panjang maka dialah
yang paling kuat. Karena bagi mereka, setiap detiknya mengasah kemampuan
menjadi yang terkuat. Selama ribuan tahun itu, para Banul Jaan yang terkuat
telah musnah. Mereka telah tergantikan dengan Bangsa Jin yang lebih kecil
kemampuannya dan juga kemampuan kegaibannya tidak seberapa. Mereka adalah
generasi yang lemah, karena mereka masih muda dan umurnya tidak panjang lagi
sepanjang umurnya Banul Jaan yang lama. Jika para penghuni Delapan Kerajaan
dahulu umurnya beribu-ribu tahun. Sekarang hanya ribuan tahun, kebanyakan
seribu tahun itupun dianggap remaja. Sedangkan umur empat ratus tahun dianggap
untuk ukuran manusia sekitar sepuluh sampai empat belas tahun, betapa masih kecilnya
mereka.
Untuk menjadi yang terkuat pun
susah, karena mereka adalah generasi baru tidak seperti generasi lama. Namun
generasi lama yang bisa menyelamatkan diri dari kebinasaan telah bersembunyi
untuk menyelamatkan diri. Sehingga mereka bisa hidup dan selamat, umurnya juga
sangat panjang di bandingkan dengan generasi baru dari keturunan Bangsa Jin
sekarang. Banul Jaan yang selamat ini masa lalunya tidak mempunyai kekuasaan,
sekarang mereka bisa bernafas lega karena mereka membawahi jin-jin yang baru
lahir dan masih bodoh. Bangsa jin sekarang tidak seperti mereka yang ilmunya
sangat banyak terutama ilmu kegaiban. Namun tidak ada yang seperti Iblis,
apalagi menandingi kekuatannya pada zaman kemusnahan saudaranya. Karena dia
adalah satu-satunya penguasa kerajaan yang masih utuh. Apalagi dia menguasai
kerajaan di surga bersama dengan Penghuni Pertama. Iblis saat ini adalah
golongan Banul Jaan yang paling kuat dari penguasa jin setelah kehancuran
delapan kerajaan yang berada di muka bumi. Delapan pemimpin kerajaan beserta para
menteri dan penduduknya musnah, sebagian kecil saja yang selamat itupun
dianggap lemah pada jamannya.
Iblis mengetahui kejadian ini
karena dia pandai meramal dan berhitung apa yang akan terjadi di masa yang akan
datang, walaupun dia bisa berhitung untuk masa depan nantinya seperti apa.
Ramalan Iblis itu jauh dari kesempurnaan karena sifatnya bisa benar dan bisa
juga salah, namun ramalan Iblis hebat karena dialah Raja dari segala Raja jin.
Ketika dia sedang meramal untuk masa depan itu, dia masih berada di
singgasananya dekat dengan Tuhan dan Penghuni Pertama. Setelah puas dengan
ramalan-ramalan yang dia punyai dan yang dia ketahui nantinya seperti apa, maka
Iblis turun ke Bumi untuk melihat Delapan Kerajaan Banul Jaan di bumi yang
telah hancur. Dia telah menemukan kesenangan dan kebahagiaan yang luar biasa
berada di Bumi. Mulai saat itu yang di nantikannya yaitu ketika kakinya
menginjakkan ke Bumi, maka Iblis telah meninggalkan tahta kerajaan dan
menanggalkan Mahkota Raja di Surga Pengangkatan MakhlukNya. Dia merasa bangga
di muka Bumi karena ada makhluk yang sama dengan dia yang nantinya dapat di
jadikan pasukan serta anak buah dari golongannya. Diam-diam tanpa sepengetahuan
Tuhan dan Penghuni Pertama, Iblis membuat kerajaan baru di muka Bumi. Kerajaan
Iblis menggantung di atas air, kerajaaannya sangat besar dan sangat luar biasa
megahnya. Walaupun begitu Tuhan tahu juga karena Tuhan Maha Tahu.
Karena kebesaran dan kekuatan
kharisma yang dimiliki Iblis, maka seluruh jin di muka Bumi baik itu jin masa
lampau yang umurnya sangat tua dan mempunyai kehebatan yang tidak patut lagi di
pertanyakan. Sampai jin yang muda-muda yang lemah dan pengalaman hidupnya masih
sedikit walaupun itu umurnya ratusan tahun. Seluruh bangsa jin tunduk dan
takhluk dihadapan Iblis, mereka berikrar akan selalu setia kepadanya. Mereka
pun merasa terhormat jika bersama Iblis, karena Iblis ke sohor sebagai
keturunan Banul Jaan satu-satunya yang berada di luar alam semesta. Seluruh
bangsa jin merasa bangga dan gembira jika mengangkat Iblis sebagai raja baru
mereka. Dialah junjungan yang bisa menyatukan seluruh jin menjadi kerajaan jin
yang baru di muka Bumi.
Karena kerajaan di surga kosong,
maka Tuhan Semesta Alam menciptakan makhluk baru lagi untuk menggantikan Iblis
sebagai Raja Baru. Makhluk baru ini juga menggantikan kepemimpinan bangsa jin
di muka bumi yang nantinya akan membawahi seluruh makhluk Bumi. Karena Iblis
tidak terima dengan keputusan Tuhan, maka Iblis beserta para pengikutnya yang
setia mendapatkan kutukan dari Tuhan Semesta Alam. Seketika itu bangsa jin
terpecah menjadi dua golongan yaitu golongan yang pertama menjadi pengikut
Iblis yang mempunyai kekuasaan dan kekuatan maupun kerajaan yang sangat besar.
Sedangakan golongan yang kedua melepaskan diri dari pengaruh Iblis, mereka
menjadi golongan jin yang lemah yang telah mempunyai kerajaan yang kecil-kecil
dan bersuku-suku. Mereka sering di jajah dengan pengikut Iblis yang lebih kuat.
Peperangan di antara dua golongan saling berkecamuk karena berbeda keyakinan
dan ediologi dari bangsa jin sampai akhir zaman.
Kisah Perang Dahsyat:
Kisah ini menceritakan konflik
hebat keturunan Pandu dan Dristarasta dalam memperebutkan takhta kerajaan.
Menurut sumber yang saya dapatkan, epos ini ditulis pada tahun 1500 SM. Namun
fakta sejarah yang dicatat dalam buku tersebut masanya juga lebih awal 2.000
tahun dibanding penyelesaian bukunya. Artinya peristiwa yang dicatat dalam buku
ini diperkirakan terjadi pada masa ±5000 tahun yang silam.
Buku ini telah mencatat kehidupan
dua saudara sepupu yakni Kurawa dan Pandawa yang hidup di tepian sungai Gangga
meskipun akhirnya berperang di Kurukshetra. Namun yang membuat orang tidak
habis berpikir adalah kenapa perang pada masa itu begitu dahsyat? Padahal jika
dengan menggunakan teknologi perang tradisional, tidak mungkin bisa memiliki
kekuatan yang sebegitu besarnya.
Spekulasi baru dengan berani
menyebutkan perang yang dilukiskan tersebut, kemungkinan adalah semacam perang
nuklir! Perang pertama kali dalam buku catatan dilukiskan seperti berikut ini:
bahwa Arjuna yang gagah berani, duduk dalam Weimana (sarana terbang yang mirip
pesawat terbang) dan mendarat di tengah air, lalu meluncurkan Gendewa, semacam
senjata yang mirip rudal/roket yang dapat menimbulkan sekaligus melepaskan
nyala api yang gencar di atas wilayah musuh. seperti hujan lebat yang kencang,
mengepungi musuh, dan kekuatannya sangat dahsyat.
Dalam sekejap, sebuah bayangan
yang tebal dengan cepat terbentuk di atas wilayah Pandawa, angkasa menjadi
gelap gulita, semua kompas yang ada dalam kegelapan menjadi tidak berfungsi,
kemudian badai angin yang dahsyat mulai bertiup disertai dengan debu pasir.
Burung-burung bercicit panik seolah-olah langit runtuh, bumi mereka. Matahari
seolah-olah bergoyang di angkasa, panas membara yang mengerikan yang dilepaskan
senjata ini, membuat bumi bergoncang, gunung bergoyang, di kawasan darat yang
luas, binatang-binatang mati terbakar dan berubah bentuk, air sungai kering
kerontang, ikan udang dan lainnya semuanya mati. Saat roket meledak, suaranya bagaikan
halilintar, membuat prajurit musuh terbakar bagaikan batang pohon yang terbakar
hangus.
Jika akibat yang ditimbulkan oleh
senjata Arjuna bagaikan sebuah badai api, maka akibat serangan yang diciptakan
oleh bangsa Alengka juga merupakan sebuah ledakan nuklir dan racun debu
radioaktif.
Gambaran yang dilukiskan pada
perang dunia ke-2 antara Rama dan Rahwana lebih membuat orang berdiri bulu
romanya dan merasa ngeri: pasukan Alengka menumpangi kendaraan yang cepat,
meluncurkan sebuah rudal yang ditujukan ke ketiga kota pihak musuh. Rudal ini
seperti mempunyai segenap kekuatan alam semesta, terangnya seperti terang
puluhan matahari, kembang api bertebaran naik ke angkasa, sangat indah. Mayat
yang terbakar, sehingga tidak bisa dibedakan, bulu rambut dan kuku rontok
terkelupas, barang-barang porselen retak, burung yang terbang terbakar gosong
oleh suhu tinggi. Demi untuk menghindari kematian, para prajurit terjun ke
sungai membersihkan diri dan senjatanya.
Banyak spekulasi bermunculan dari
peristiwa ini, diantaranya ada sebuah spekulasi baru dengan berani menyebutkan
bahwa perang Mahabarata adalah semacam perang NUKLIR!!
Tapi, benarkah demikian yang
terjadi sebenarnya? Mungkinkah jauh sebelum era modern seperti masa kita ini
ada sebuah peradaban maju yang telah menguasai teknologi nuklir? Sedangkan masa
sebelum 4000 SM dianggap sebagai masa prasejarah dimana peradaban Sumeria
dianggap peradaban tertua didunia tidak ditemukan kemajuan semacam ini?
Namun selama ini terdapat
berbagai diskusi, teori dan penyelidikan mengenai kemungkinan bahwa dunia
pernah mencapai sebuah peradaban yang maju sebelum tahun 4000 SM.
Teori Atlantis, Lemuria, kini
makin diperkuat dengan bukti tertulis seperti percakapan Plato mengenai dialog
Solon dan pendeta Mesir kuno mengenai Atlantis, naskah kuno Hinduisme mengenai
Ramayana & Bharatayudha mengenai dinasti Rama kuno, dan bukti arkeologi
mengenai peradaban Monhenjo-Daroo, Easter Island dan Pyramid Mesir maupun
Amerika Selatan.
# Penelusuran fakta ilmiah
Akhir-akhir ini perhatian saya
tertuju pada sebuah teori mengenai kemungkinan manusia pernah memasuki zaman
nuklir lebih dari 6000 tahun yang lalu. Peradaban Atlantis di barat, dan
dinasti Rama di Timur diperkirakan berkembang dan mengalami masa keemasan
antara tahun 30.000 SM hingga 15.000 SM.
Atlantis memiliki wilayah mulai
dari Mediteranian hingga pegunungan Andes di seberang Samudra Atlantis
sedangkan Dinasti Rama berkuasa di bagian Utara India-Pakistan-Tibet hingga
Asia Tengah. Peninggalan Prasasti di Indus, Mohenjo Daroo dan Easter Island
(Pasifik Selatan) hingga kini belum bisa diterjemahkan dan para ahli
memperkirakan peradaban itu berasal jauh lebih tua dari peradaban tertua yang
selama ini diyakini manusia (4000 SM). Beberapa naskah Wedha dan Jain yang
antara lain mengenai Ramayana dan Mahabharata ternyata memuat bukti historis
maupun gambaran teknologi dari Dinasti Rama yang diyakini pernah mengalami
zaman keemasan dengan tujuh kota utamanya ‘Seven Rishi City’ yg salah satunya
adalah Mohenjo Daroo (Pakistan Utara).
Dalam suatu cuplikan cerita dalam
Epos Mahabarata dikisahkan bahwa Arjuna dengan gagah berani duduk dalam Weimana
(sebuah benda mirip pesawat terbang) dan mendarat di tengah air, lalu
meluncurkan Gendewa, semacam senjata yang mirip rudal/roket yang dapat
menimbulkan sekaligus melepaskan nyala api yang gencar di atas wilayah musuh,
lalu dalam sekejap bumi bergetar hebat, asap tebal membumbung tinggi diatas
cakrawala, dalam detik itu juga akibat kekuatan ledakan yang ditimbulkan dengan
segera menghancurkan dan menghanguskan semua apa saja yang ada disitu.
Yang membuat orang tidak habis
pikir, sebenarnya senjata semacam apakah yang dilepaskan Arjuna dengan
Weimana-nya itu?
Ada beberapa penelitian yang berusaha
menguak tabir misteri kehidupan manusia di masa lampau ini. Tentang bagaimana
kehidupan sosial hingga kemajuan ilmu dan teknologi mereka. Beberapa waktu
belakangan banyak hasil penelitian yang mengejutkan. Dan dari berbagai sumber
yang telah saya pelajari, secara umum penggambaran melalui berbagai macam teori
dan penelitian mengenai subyek ini telah pula memberikan beberapa bahan kajian
yang menarik, antara lain adalah:
Permulaan sebelum dua milyar
tahun hingga satu juta tahun dari peradaban manusia sekarang ini teryata telah
terdapat peradaban manusia. Dalam masa-masa yang sangat lama ini terdapat
berapa banyak peradaban yang demikian maju namun akhirnya menuju pada sebuah
kebinasaan? Dan penyebab kebinasaan itu adalah tiada lain akibat peperangan
yang pernah terjadi.
Atlantis dan Dinasti Rama pernah
mengalami masa keemasan (Golden Age) pada saat yang bersamaan (30.000-15.000
SM). Keduanya sudah menguasai teknologi nuklir. Keduanya memiliki teknologi
dirgantara dan aeronautika yang canggih hingga memiliki pesawat berkemampuan
dan berbentuk seperti UFO (berdasarkan beberapa catatan) yang disebut Vimana
(Rama) dan Valakri (Atlantis).
Penduduk Atlantis memiliki sifat
agresif dan dipimpin oleh para pendeta (enlighten priests), sesuai naskah
Plato. Dinasti Rama memiliki tujuh kota besar (Seven Rishi’s City) dengan
ibukota Ayodhya dimana salah satu kota yang berhasil ditemukan adalah
Mohenjo-Daroo. Persaingan dari kedua peradaban tersebut mencapai puncaknya
dengan menggunakan senjata nuklir.
Para ahli menemukan bahwa pada
puing-puing maupun sisa-sisa tengkorak manusia yang ditemukan di Mohenjo-Daroo
mengandung residu radio-aktif yang hanya bisa dihasilkan lewat ledakan Thermonuklir
skala besar. Dalam sebuah seloka mengenai Mahabharata, diceritakan dengan
kiasan sebuah senjata penghancur massal yang akibatnya mirip sekali dengan
senjata nuklir masa kini.
Beberapa Seloka dalam kitab Wedha
dan Jain secara eksplisit dan lengkap menggambarkan bentuk dari ‘wahana
terbang’ yang disebut ‘Vimana’ yang ciri-cirinya mirip piring terbang masa
kini. Sebagian besar bukti tertulis justru berada di India dalam bentuk naskah
sastra, sedangkan bukti fisik justru berada di belahan dunia barat yaitu
Piramid di Mesir (Foto: relief jenis pesawat di Piramida Mesir di bawah ini)
dan Amerika Selatan.
Dari hasil riset dan penelitian
yang dilakukan ditepian sungai Gangga di India, para arkeolog menemukan banyak
sekali sisa-sisa puing-puing yang telah menjadi batu hangus di atas hulu
sungai. Batu yang besar-besar pada reruntuhan ini dilekatkan jadi satu,
permukaannya menonjol dan cekung tidak merata. Jika ingin melebur bebatuan
tersebut, dibutuhkan suhu paling rendah 1.800 °C. Bara api yang biasa tidak mampu
mencapai suhu seperti ini, hanya pada ledakan nuklir baru bisa mencapai suhu
yang demikian.
Di dalam hutan primitif di
pedalaman India, orang-orang juga menemukan lebih banyak reruntuhan batu
hangus. Tembok kota yang runtuh dikristalisasi, licin seperti kaca, lapisan
luar perabot rumah tangga yang terbuat dari batuan didalam bangunan juga telah
dikacalisasi. Selain di India, Babilon kuno, gurun sahara, dan guru Gobi di
Mongolia juga telah ditemukan reruntuhan perang nuklir prasejarah. Batu kaca pada
reruntuhan semuanya sama persis dengan batu kaca pada kawasan percobaan nuklir
saat ini.
Bukti ilmiah peradaban Veda.
Bukti-bukti arkeologis, geologis telah terungkap dari penemuan fosil-fosil
maupun artefak- alat yang digunakan manusia pada masa itu telah terbukti
menunjukkan bahwa peradaban manusia modern telah ada sekitar ratusan juta
bahkan miliaran tahun yang lalu. Bukti-bukti tersebut diungkapkan oleh Michael
Cremo, seorang arkeolog senior, peneliti dan juga penganut weda dari Amerika,
dengan melakukan penelitian lebih dari 8 tahun.
Dari berbagai belahan dunia
termasuk juga dari Indonesia telah dapat mengungkapkan misteri peradaban weda
tersebut secara bermakna. Laporan tersebut ditulis dalam beberapa buku yang
sudah diterbitkan seperti ; Forbidden Archeology, The Hidden History of Human
Race, Human Devolution: A Vedic alternative to Darwin’s Theory, terbitan tahun
2003. Dalam buku tersebut akan banyak ditemukan fosil, artefak- peninggalan
berupa kendi, alas kaki, alat masak dan sebagainya yang telah berusia ratusan
juta tahun bahkan miliaran tahun, dibuat oleh manusia yang mempunyai peradaban
maju, tidak mungkin dibuat oleh kera atau primata yang lebih rendah.
Dari buku-buku tersebut juga
ditemukan adanya manipulasi beberapa arkeolog dengan mengubah dimensi waktunya,
hal ini bertujuan untuk mendukung teori evolusi Darwin, karena kenyataannya
teori evolusi masih sangat lemah. Bukti ilmiah sudah dengan jelas menyatakan
bahwa peradaban weda telah ada miliaran tahun. Para ilmuwan telah membuktikan bahwa
perang besar di tanah suci Kukrksetra, kota Dwaraka, sungai suci Sarasvati dan
sebagainya merupakan suatu peristiwa sejarah, bukan sebagai mitologi. Setiap
kali kongres para arkeolog dunia selalu menyampaikan bukti-bukti baru tentang
peradaban Barthavarsa purba. Dibawah ini ditampilkan sekelumit dari bukti
ilmiah tersebut.
Sebenarnya masih banyak bukti
ilmiah lainnya yang menunjukkan peradaban weda tersebut, sehingga Satya yuga,
Tretha yuga, Dvapara yuga dan Kali yuga dengan durasi sekitar 4.320.000 tahun
merupakan suatu sejarah peradaban manusia modern yang memegang teguh perinsip
dharma.
Perang Bharatayuda. Para arkeolog
terkemuka dunia telah sepakat bahwa perang besar di Kuruksetra merupakan
sejarah Bharatavarsa (sekarang India) yang terjadi sekitar 5000 tahun yang
lalu. Sekarang para peneliti hanya ingin menentukan tanggal yang pasti tentang
peristiwa tersebut. Dari hasil pengamatan beserta bukti-bukti ilmiah. Dari
berbagai estimasi maka dibuatlah suatu usulan peristiwa-peristiwa sebagai
berikut:
* Sri Krishna tiba di Hastinapura
diprakirakan sekitar 28 September 3067 SM
* Bhishma pulang ke dunia rohani
sekitar 17 Januari 3066 SM
* Balarama melakukan perjalanan
suci di sungai Saraswati pada bulan Pushya 1 Nov. 1, 3067 SM
* Balarama kembali dari
perjalanan tersebut pada bulan Sravana 12 Dec. 12, 3067 SM
* Gatotkaca terbunuh pada 2
Desember 3067 SM.
Dan banyak lagi penanggalan
peristiwa-peristiwa penting sudah di kalkulasi.
* Kota kuno Dvaraka. Demikian
juga keberadaan kota Dvaraka yang dulu menjadi misteri, kota tersebut
disebutkan dalam Mahabharata bahwa Dvaraka tenggelam di pantai. Doktor Rao
adalah seorang arkeolog senior yang dengan tekun menyelidiki dengan “marine
archaeology” dan hasilnya ditemukannya reruntuhan kota bawah laut, beserta
ornamennya, didaerah Gujarat. Dwaraka, kota kerajaan Sri Krishna masa lalu.
* Sungai Sarasvati. Keberadaan
kota purba Harrapa dan Mohenjodaro serta keberadaan sungai suci Sarasvati telah
dijumpai dalam Rig Weda, namun tidak diketahui keberadaannya, kemudian oleh
NASA dengan pemotretan dari luar angkasa ternyata dijumpai sebuah lembah yang
merupakan bekas sungai yang telah mengering, namun dalam kedalaman tertentu
masih tampak ada aliran air di wilayah Pakistan yang bermuara ke lautan Arab,
arahnya sesuai dengan yang digambarkan dalam sastra.
* Jembatan Alengka. Pemotretan
luar angkasa yang dilakukan oleh NASA telah menemukan adanya jembatan mistrius
yang menghubungkan Manand Island (Srilanka) dan Pamban Island (India) sepanjang
30 Km, dengan lebar sekitar 100 m, tampak pula jembatan tersebut buatan manusia
dengan umur sekitar 1.750.000 tahun. Angka ini sesuai dengan sejarah Ramayana
yang terjadi pada Tretha yuga. Sekarang sedang diteliti jenis bebatuannya. Jadi
Ramayana itu adalah ithihasa (sejarah), bukan merupakan dongeng.
Citra dari Rama Brige sendiri
sangat mudah terlihat dari atas permukaan air laut karena letaknya yang tidak
terlalu dalam, yaitu hanya tergenang sedalam kira-kira 1,2 meter (jika air laut
sedang surut) dengan lebar hampir 100 m.
Tahun 1972 silam, ada sebuah
penemuan luar biasa yang barangkali bisa semakin memperkuat dugaan bahwa memang
benar peradaban masa silam telah mengalami era Nuklir yaitu penemuan tambang
Reaktor Nuklir berusia dua miliyar tahun di Oklo, Republik Gabon.
* Pada tahun 1972, ada sebuah
perusahaan (Perancis) yang mengimpor biji mineral uranium dari Oklo di Republik
Gabon, Afrika untuk diolah. Mereka terkejut dengan penemuannya, karena biji
uranium impor tersebut ternyata sudah pernah diolah dan dimanfaatkan sebelumnya
serta kandungan uraniumnya dengan limbah reaktor nuklir hampir sama. Penemuan
ini berhasil memikat para ilmuwan yang datang ke Oklo untuk suatu penelitian,
dari hasil riset menunjukkan adanya sebuah reaktor nuklir berskala besar pada
masa prasejarah, dengan kapasitas kurang lebih 500 ton biji uranium di enam
wilayah, diduga dapat menghasilkan tenaga sebesar 100 ribu watt. Tambang
reaktor nuklir tersebut terpelihara dengan baik, dengan lay-out yang masuk
akal, dan telah beroperasi selama 500 ribu tahun lamanya.
Yang membuat orang lebih
tercengang lagi ialah bahwa limbah penambangan reaktor nuklir yang dibatasi
itu, tidak tersebarluas di dalam areal 40 meter di sekitar pertambangan. Kalau
ditinjau dari teknik penataan reaksi nuklir yang ada, maka teknik penataan tambang
reaktor itu jauh lebih hebat dari sekarang, yang sangat membuat malu ilmuwan
sekarang ialah saat kita sedang pusing dalam menangani masalah limbah nuklir,
manusia zaman prasejarah sudah tahu cara memanfaatkan topografi alami untuk
menyimpan limbah nuklir!
Tambang uranium di Oklo itu
kira-kira dibangun dua milyar tahun yang lalu setelah adanya bukti data geologi
dan tidak lama setelah menjadi pertambangan maka dibangunlah sebuah reaktor
nuklir ini. Mensikapi hasil riset ini maka para ilmuwan mengakui bahwa inilah
sebuah reaktor nuklir kuno, yang telah mengubah buku pelajaran selama ini,
serta memberikan pelajaran kepada kita tentang cara menangani limbah nuklir. Sekaligus
membuat ilmuwan mau tak mau harus mempelajari dengan serius kemungkinan eksistensi
peradaban prasejarah itu, dengan kata lain bahwa reaktor nuklir ini merupakan
produk masa peradaban umat manusia. Seperti diketahui, penguasaan teknologi
atom oleh umat manusia baru dilakukan dalam kurun waktu beberapa puluh tahun
saja, dengan adanya penemuan ini sekaligus menerangkan bahwa pada dua miliar
tahun yang lampau sudah ada sebuah teknologi yang peradabannya melebihi kita
sekarang ini, serta mengerti betul akan cara penggunaannya.
Semua temuan arkeologis ini
sesuai dengan catatan sejarah yang turun-temurun. Kita bisa mengetahui bahwa
manusia juga pernah mengembangkan peradaban tinggi di India pada 5.000 tahun
silam, bahkan mengetahui cara menggunakan reaktor nuklir, namun oleh karena
memperebutkan kekuasaan dan kekayaan serta menggunakan dengan sewenang-wenang,
sehingga mereka mengalami kehancuran.
Singkatnya segala penyelidikan
diatas berusaha menyatakan bahwa umat manusia pernah maju dalam peradaban
Atlantis dan Rama. Bahkan jauh sebelum 4000 SM manusia pernah memasuki abad
antariksa dan teknologi nuklir. Akan tetapi zaman keemasan tersebut berakhir
akibat perang nuklir yang dahsyat hingga pada masa sesudahnya, manusia sempat
kembali ke zaman primitif. Masa primitif ini berakhir dengan munculnya
peradaban Sumeria sekitar 4000 SM atau 6000 tahun yang lalu.
Lagi-lagi perang dan haus
kekuasaanlah yang mengakibatkan manusia menjadi terpuruk. Dan hal ini patut
kita renungkan lebih seksama sebagai buah pelajaran bahwa mengapa manusia zaman
prasejarah yang memiliki sebuah teknologi maju tidak bisa mewariskan
teknologinya, malah hilang tanpa sebab, yang tersisa hanya setumpuk jejak saja.
Lalu bagaimana kita menyikapi atas penemuan ini?